Senin, 05 November 2012

-DO'A MENUTUP PINTU NERAKA-


[ Read More.. ]

-NASEHAT IBNUL QAYYIM-



..... Dalam hati manusia ada kekusutan, dan tidak akan terurai kecuali menerima kehendak Alloh Subhanahu wa Ta'ala .....

..... Di dalam hati manusia ada keganasan, dan tidak akan hilang kecuali dengan menuruti Alloh S
ubhanahu wa Ta'ala .....

..... Di dalam hati manusia ada kesedihan, dan tidak akan hilang kecuali dengan senang mengenali Alloh Subhanahu wa Ta'ala .....

...
.. Di dalam hati manusia ada kegelisahan, dan tidak akan tenang damai kecuali berlindung, bertemu dengan-Nya .....

..... Di dalam hati manusia ada penyesalan, dan tidak akan padam kecuali Ridho dengan perintah dan larangan-Nya, serta taqdir-Nya dan senantiasa sabar sehingga menemui-Nya .....

..... Dalam hati manusia ada keinginan yang tidak akan terbendung, kecuali dengan kecintaan kepada-Nya dan bermohon pada-Nya .....

Waktu laksana pedang...
Wahai orang yang lalai akan akibat perbuatannya
Wahai orang yang terhenti di atas kekurangan dirinya

Kau telah tertinggal oleh mereka yang teguh pendirian...
Sedang engkau tidur di 'arsy kebimbangan

Tegakkanlah di depan pintu taubatmu
Menyesali diri, tundukkan kepala dan mengaku: 'Aku Orang Zholim'

Berdo'alah di keheningan malam
Ikutilah jalan mereka meski tak sampai
Tegaklah menyesali diri saat malam kelam
Berjagalah membuka pintu taubat Ilahi

Gantilah usiamu yang hilang di masa lalu
Campakkan waktu mubazzir dan hawa nafsumu jauh-jauh
Ceraikan duniawimu...
Jika kau menuntut kebahagiaan kekalmu...
[ Read More.. ]

-BENTUK HIDAYAH-



Assalamu'alaikum Wr.Wb

Alhamdulillah kita bertemu lagi, dalam kesempatan ini kita akan bahas tentang macam macam hidayah yang di mana kemarin kita sudah bahas tentang Tafsir surat Al Fatihah yang didalamnya menyinggung perihal tentang hidayah.

Siip langsung aja, kita simak sama sama yah...

Bismillah...

Sobat Muslim, Hidayah itu ada bermacam bentuknya, dan ALLAH memberi hidayah kepada mahluk ciptaan-Nya sesuai dengan karakter yang dimiliki, sehingga namanyapun tidak sama. Bentuk hidayah itu adalah :

1. HIDAYAH NALURI
Naluri adalah sifat sifat yang terbawa sejak lahir yang merupakan fitrah yang harus ada padanya. Sifat ini timbul bukan karna pendidikan atau pengalaman. Sebagai contoh adalah bayi, meskipun seorang bayi belum mengetahui apa apa sudah mempunyai kebutuhan untuk menghisap air susu ketika merasa lapar.

2. HIDAYAH INDERAWI
Kekuatan indera itu adalah termasuk hidayah pemberian ALLAH, yang manusia dan binatang sama sama diberi kekuatan pengindraan terhadap sesuatu obyek. Semua terletak pada : hidung, telinga, lidah, mata dan kulit.
Hidung adalah daya penciuman, lidah menjadi letak daya rasa, mata menjadi letak daya pengelihatan, telinga menjadi letak daya pendengaran dan kulit menjadi letak daya rangsang.

3. HIDAYAH AGAMA
Hidayah agama memegang peranan penting untuk mengarahkan seorang hamba dalam memperoleh tuntunan ALLAH menuju jalan kebenaran. Seorang hamba memang telah diberi hidayah naluri dan indrawi, tetapi kedua hidayah tersebut hanya bersifat duniawi, hanya untuk kepentingan lahiriah yang bersifat material. Sedangkan hidayah agama arah tujuannya adalah dalam rangka untuk mencapai kebahagiaan dunia ukhrawi. Oleh karena bersifat kebenaran, maka hidayah ini hanya diperuntukan bagi beberapa mahluk ALLAH secara khusus yang kelak dimintai pertanggung jawaban, yaitu dari golongan jin dan manusia. Kedua mahluk ALLAH inilah yang menjadi sasaran tersebut.

Wallahu a'lam...

Semoga bermanfaat...


[SUMBER : Drs.KH.Edham Sifa'i]

Kurang lebih Ane Mohon maaf...

WASSALAM...

AHT ^_^
[ Read More.. ]

-INTI KANDUNGAN SURAT AL FATIHAH-


Assalamu'alaikum Wr.Wb

Bismillah...

Alhamdulillah kita sudah sama mengkaji tafsir surat Al Fatihah dari ayat 1-7 (lihat dipostingan yang lama), nah sekarang kita sama sama simak INTI KANDUNGAN SURAT AL FATIHAH...

Yuk simak bareng,,, 

Sobat Muslim...
Ada beberapa unsur pokok yang terkandung didalam surat Al Fatihah ini, yang semuanya mencerminkan isi semua kandungan Al Quran. Unsur pokok itu adalah :

1. MASALAH KEIMANAN
Yaitu keimanan kepada ALLAH SWT. Yang secara tegas dinyatakan bahwa segala puji serta ungkapan rasa syukur, hanya tertuju kepada ALLAH SWT. Meyakini hal itu merupakan suatu keimanan. Dia-LAH sumber segala nikmat dan penguasa seluruh alam tanpa kecuali. Kenikmatan itu sendiri bersifat menyeluruh, meliputi segala kenikmatan yang dapat dirasakan oleh manusia.

Kata RABB dalam RABBIL'AALAMIIN, tidak hanya berarti "TUHAN" atau "PENGUASA", Tetapi juga mempunyai pengertian mendidik (tarbiyah) atau menumbuhkan.

Dengan menyadari bahwa segala kenikmatan bersumber dari ALLAH. Ini berarti menjadi suatu pendidikan bagi setiap insan yang meyakininya, agar kenikmatan tersebut disyukuri.

ALLAH sebagai Tuhan yang menguasai dan merajai seluruh alam ini, hendaknya tanda tanda kekuasaan-NYA benar benar dipikirkan oleh manusia, agar dirinya memperoleh kenikmatan yang dapat mempertebal keyakinan akan kemutlakan ALLAH.

Manusia tidak cukup meyakini ALLAH sebagai Tuhan saja, tetapi juga membutuhkan penegasan bahwa dirinya juga menyembah dan mengabdi serta memohon pertolongan, hanya kepada-NYA. Hal ini yang ditegaskan secara jelas dalam ayat kelima dalam surat Al Fatihah. Didalamnya terdapat isyarat tauhid atau keimanan yang paling tinggi, karena pengamalan terhadap ayat kelima IYYAAKA NA'BUDU WA IYYAAKA NASTA'IINU, menunjukan ketidak berdayaan manusia sebagai hamba ALLAH yang harus mengabdi secara total kepada-NYA.

2. HUKUM HUKUM
Jalan lurus atau jalan kebenaran dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Yang dimaksud "hidayah" sebagaimana terdapat dalam ayat keenam "IHDINAA SHIRAATHAL MUSTAQIIMA", adalah petunjuk untuk menempuh kebenaran dan bukan menyimpang daripadaNYA. Hidayah ini meliputi Ahlak, keyakinan, hukum hukum, pelajaran dan sebagainya, yang secara keseluruhan menjadi inti kebahagiaan di dunia dan akhirat apa bila dikerjakan secara benar dan lurus.

3. KISAH KISAH.
Pada ayat terakhir surat Al Fatihah ini mengandung kisah kisah para penentang ALLAH, yaitu orang orang yang menyimpang dari tuntunan dan petunjukNYA sehingga menyebabkan mereka tersesat.

Ayat terakhir terdapat dua perbedaan manusia yang sangat menyolok.

Yang satu adalah kelompok manusia yg diberi nikmat oleh ALLAH (ALLADZIINA AN'AMTA 'ALAIHIM), Dan yang lain adalah orang orang yang sesat (DHAALLIIN). Golongan manusia yang memperoleh nikmat adalah para Nabi, Shiddiqqiin (mereka yang benar benar beriman), Syuhadaa'(mereka yang mati Syahid) dan Shalihin (mereka yang shaleh). Sedangkan golongan MAGHDUB dan DHAALLIIN adalah mereka yang menyimpang dari ajaran agama(islam), yang berarti menyimpang dari jalan ALLAH.

Wallahu a'lam...

Semoga kita termasuk didalam gologan yang selalu ada dijalan yang benar, dijalan Yang ALLAH ridhoi...

Dan Semoga bermanfaat...

WASSALAM...

AHT^_^
[ Read More.. ]

-TAFSIR SURAT AL FATIHAH- (AYAT 7)


Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Pada Kesempatan ini kita akan teruskan mengkaji tentang
tafsir surat Al Fatihah yang ayat ketujuh...

Yuk disimak sama sama...

Ayat Ketujuh :
"Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim, ghairil maghdhuubi 'alaihim, waladhaalliin(7)"

Artinya :
"(yaitu) jalan orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat"

Bismillah...

Sobat Muslim, jalan yang dibutuhkan oleh orang yang beriman adalah jalannya orang orang yang diberi kenikmatan oleh ALLAH. Mereka adalah dari golongan Nabi, Siddiqqin, Syuhadaa' dan Shalihiin, bukan golongan yang dimurkai ALLAH atau golongan tersesat. Mereka itu adalah golongan Kafir, Musyrik, Munafik dan ahli maksiat. Bagi mereka secara jelas sudah dijanjikan ALLAH bahwa kelak mereka akan memperoleh balasan yang sangat pedih dan menghinakan dirinya. Jalan mereka ketika didunia cenderung mengikuti kemauan nafsu. Akal pikiran, mata, telinga, maupun hati mereka tidak digunakan untuk merenungkan kekuasaan ALLAH dan tanda tandanya. Al Quran melukiskan keadaan manusia sesat seperti itu dalam surat Al 'Araaf ayat 179 yang artinya :

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahanam) kebanyakan jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat ayat ALLAH), Dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda tanda kekuasaan ALLAH), Dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat ayat ALLAH). Mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang orang yang lalai."

Wallahu a'lam...

Oh iya ada yang ketinggalan...

Setelah selesai membaca surat Al Fatihah disunatkan membaca "aamiin", artinya Kabulkanlah permohonan kami. Yakni dikabulkan ALLAH untuk memperoleh taufik dan hidayah dalam menapak diatas jalan yang benar.

Dan ada catatan penting!!!
Lafal "IHDINAA" terambil dari kata hidayah yang artinya, petunjuk jalan yang lurus.

Naaah... Dan hidayah itu ada beberama macam bentuknya Sobat Muslim...
Dan ALLAH memberi hidayah kepada mahluk ciptaanNYA sesuai karakter yang dimiliki, sehingga namanyapun berbeda...

Semoga bermanfaat...
Selamat beraktifitas...

Kurang lebih mohon maaf...

WASSALAM...

AHT^_^
[ Read More.. ]